Viral Penyuka Zootopia 2 di Tiongkok Beli Ular Berbisa

Viral Penyuka Zootopia 2 di Tiongkok Beli Ular Berbisa

Viral Penyuka Zootopia 2 di Tiongkok Beli Ular Berbisa – Kejadian tidak terduga ada di Tiongkok menyusul keberhasilan film animasi Disney, Zootopia 2. Para fans film itu di laporkan beramai-ramai membeli ular berbisa asli yang sama dengan karakter baru dalam film itu untuk di pelihara sebagai hewan peliharaan. Tren ini menyebabkan peringatan keselamatan yang serius dari beragam pihak. Di samping itu, ada juga pertanyaan besar tentang legalitas pembelian dan pengiriman reptil berbisa lewat platform online. Seorang fans dengan nama Qi Weihao dengan umur 21 tahun, dari provinsi Jiangxi, sampai membeli ular Indonesian pit viper dengan harga 1.850 yuan atau kurang lebih Rp 4 juta hanya dua hari seusai film itu di luncurkan pada bulan November.

Film Zootopia 2 memperkenalkan karakter baru, yakni Gary De’Snake. Karakter ini merupakan seekor ular pit viper biru dengan warna cerah yang di suarakan oleh aktor Ke Huay Quan. Gary De’Snake terbukti menjadi tren besar di Tiongkok, sampai mainan mewah ular itu menjadi barang dagangan yang paling di sukai. Karakter ini di percaya termotivasi dari ular berbisa Asia Tenggara, terutama Indonesian pit viper yang di kenal dengan warna birunya yang menonjol.

Kenaikan Penjualan Ular Berbisa di Platform Daring

Baca juga : Cerita Viral Wanita Tinggal di Bandara Kuala Lumpur

Portal berita yang ada di Shanghai, The Paper, menjelaskan adanya kenaikan daftar penjualan Indonesian pit viper biru di beragam platform terkenal Tiongkok. Platform itu yakni Douyin, Xiaohongshu, serta Xianyu. Pencarian di jalani memakai kata kunci seperti Blue Bamboo serta Island Bamboo Pit Viper, yang adalah nama umum dalam bahasa mandari untuk ular itu. Harga ular ini di jelaskan sekitar Rp 630.000 sampai Rp 6,6 juta, tergantung di kondisi serta penjualnya.

Bahaya serta Legalitas Kepemilikan Ular Berbisa

Media pemerintah Tiongkok, sudah mengkritik para penjual karena meremehkan risiko kepemilikan ular berbisa. Mereka juga menyoroti kurangnya peringatan terkait sifat berbisa dari hewan itu. Kritikan itu memperingatkan kalau ular berbisa bukanlah mainan serta bisa membahayakan pembeli, keluarga, dan menyebabkan kejadian keselamatan publik kalau menyerang atau melarikan diri. Kebanyakan pembeli tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk merawat ular itu.

Tindakan Tegas Platform E-commerce

Sebagai tanggapan terhadap kejadian ini, pemeriksaan oleh CNA memperlihatkan kalau daftar penjualan Indonesian pit viper biru sudah di hapus atau di batasi dari platform Xianyu serta Xiaohongshu. Douyin serta Xiaohongshu menjelaskan kalau mereka tidak mengizinkan penjualan hewan liar atau berbisa di platform mereka.