Kebakaran di Panti Werdha Manado – Keadaan 16 korban meninggal karena kebakaran Panti Werdha di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulawesi Utara sulit di ketahui. Polisi menjalani tes DNA untuk mengidentifikasi korban. Polisi memindahkan 16 kantong jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada tanggal 29 Desember 2025, jam 00.39 WITA. Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasrif mengatakan bagaimana keadaan korban kebakaran yang sudah hangus.
Polisi sudah memindahkan 16 kantong jenazah. 15 jenazah keadaan terbakar, bukti identifikasi primer ada tiga yaitu, sidik jari, rekam gigi, serta DNA. Untuk sidik jari sudah tidak mungkin di ambil karena 15 itu sudah dalam keadaan terbakar. Seusai mendapat informasi itu, polisi langsung menerjunkan Tim Dokpol serta DVI untuk menjalani identifikasi di tempat kejadian perkara. Seusai menjalani evakuasi, tim Dokkes menjalani antemortem dengan mengumpulkan data-data dari pihak keluarga yang menjadi korban.
Polisi akan meminta data dari pihak keluarga seperti data riwayat berobat baik itu berobat biasa, ataupun berobat gigi. Pernah berobat di mana, atau berobat gigi di mana. Data kedua ialah data-data yang ada sidik jari, termasuk ijazah. Karena bukti primer yang di harapkan bisa sebagai alat identifikasi seperti sidik jari tidak memungkinkan, sampai pihaknya menjalani identifikasi lewat tes DNA.
Baca juga : Lagu Internasional yang Viral Sepanjang 2025
Pemkot Manado Tanggung Semua Biaya Korban Kebakaran
Berdasarkan data dari pihak pengelola Panti Werdha Damai Manado, jumlah penghuni panti sebanyak 35 orang, di tambah 2 pasangan suami istri sebagai pembantu atau penjaga. Ketika terjadi kejadian kebakaran, penghuni panti sebanyak 31 orang, di tambah dua pembantu. Pemkot Manado berjani memberikan bantuan untuk korban kebakaran panti. Bantuan di berikan untuk korban meninggal dunia, atau korban yang selamat.
16 Korban Meninggal
Polisi menjelaskan, Panti Werdha itu adalah panti jompo yang di huni oleh 35 orang. Seusai menderngar kejadian kebakaran itu, Polda Sulut menurunkan Tim Inavis serta Ditreskrimum untuk menjalani penyelidikan. Polisi juga menjelaskan, sekarang 16 korban sudah ada di RS Bhayangkara untuk di jalani proses antemorem serta post mortem. Dia meminta keluarga untuk melapor ke Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado.
RS Bhayangkara Manado belum belum punya alat, maka pihaknya akan mengirim sampel itu ke Pusdokkes Jakarta. Untuk korban yang selamat sebanyak 15 orang sampai sekarang masih di tampung di beberapa rumah sakit di Kota Manado. Para korban yang di tampung di RSUD Kota Manado sebanyak 11 orang, 3 di RS Awaloey, serta 1 di RSUP Prof Kandou