Viral Dua Ular Piton Raksasa Membawa 70 Telur

Viral Dua Ular Piton Raksasa Membawa 70 Telur

Viral Dua Ular Piton Raksasa Membawa 70 Telur – Dunia maya di hebohkan dengan dua ular piton raksasa betina sedang hamil di kawasan Everglades, Florida, Amerika Serikat. Penemuan mengejutkan ini menarik perhatian karena setiap ular di prediksi membawa kurang lebih 70 telur yang sedang berkembang di dalamnya. Keberadaan ular-ular ini menghadirkan kekhawatiran serius tentang efek lanjutan terhadap ekosistem lokal yang lemah. Penemuan ini berhasil di dokumentasikan oleh dua kanal YouTube terkenal.

Mereka bekerja sama dalam sebuah misi perburuan piton di Everglades, sebuah usaha yang bertujuan untuk mengontrol populasi spesies ini. Ular piton Burma adalah spesies asli Florida, sudah lama menjadi ancaman serius untuk keberagaman hayati di kawasan itu. Penemuan dua betina yang sedang hamil besar ini menggarisbawahi hambatan besar dalam usaha pemeliharaan. Kehadiran ratusan calon anak ular piton baru berpeluang memperparah kerusakan ekosistem Everglades yang sudah terjadi.

Efek Memusnahkan Ular Piton Burma

Baca juga : Kebakaran di Panti Werdha Manado

Ular piton Burma pertama kali tercatat ada di Florida pada tahun 1979, sejak itu sudah menjadi spesies invasif paling merusak dalam sejarah Amerika. Spesies ini meningkat dengan sangat baik di Everglades Florida, mengalahkan hewan asli dalam persaingan makanan. Mereka sampai memakan predator lokal seperti aligator, mengganggu rantai makanan alami.

Efek buruk ular piton Burma terhadap ekosistem sudah di dokumentasikan dalam beragam penelitian. Pada tahun 2012, USGS menjelaskan kalau ular piton Burma sudah memusnahkan atau memberantas populasi mamalia kecil asli secara relevan. Populasi rakun menurun 99,3%, oposum 98,9%, serta bobcat 87,5% sejak tahun 1997. Sedangkan kelinci rawa, kelinci ekor kapas, serta rubah secara efektif menghilang selama periode yang sama.

Usaha Pengendalian serta Pencegahan Populasi

Pemerintah Florida sudah mengambil langkah serius untuk mengontrol populasi ular piton Burma. Salah satunya ialah dengan membayar penangkap ular piton sampai 200 dolar AS per ular yang berhasil di tangkap. Biaya ini bertujuan untuk mendorong penduduk lokal supaya tetap waspada serta aktif dalam mengurangi jumlah ular ini. Usaha para ahli serta warga sangat di perlukan untuk menekan peningkatan populasi ular piton yang merusak.

Selain penangkapan langsung, ada juga ide lain. Di bulan Juli, National Geographic melihat usaha perancang pakaian untuk memakai kembali kulit ular menjadi aksesori kulit piton yang berkelanjutan serta di inginkan. Walaupun bukan solusi utama, ini memperlihatkan adanya usaha untuk memakai sumber daya yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *